TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Banjir di Koto XI Tarusan Pessel, Jalur Padang–Painan Lumpuh Total

Banjir di Koto XI Tarusan Pessel, Jalur Padang–Painan Lumpuh Total.(dok, foto FB kampuang kito official)

GoSumatera.com - Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Jumat siang (2/1/2026) mengakibatkan Sungai Batang Tarusan meluap dan merendam pemukiman warga di sejumlah nagari. 

Dampak terparah terpantau di Nagari Duku Induk, di mana banjir menggenangi jalan raya dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

Tak ayal, akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Bahkan, jalur utama Padang–Painan dilaporkan lumpuh total karena tingginya genangan air di beberapa titik rawan.

Menyikapi situasi tersebut, jajaran Polsek Koto XI Tarusan bersama TNI dan pihak kecamatan, langsung turun ke lapangan melakukan patroli wilayah dan pengamanan. Patroli dipimpin langsung oleh Kapolsek Koto XI Tarusan, IPTU Irfan Chandra, dan berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga 16.30 WIB.

“Kita amati, ketinggian air di jalan raya Duku Induk cukup membahayakan. Untuk sementara, kendaraan tidak bisa melintas demi keselamatan bersama,” ujar Kapolsek.

Selain melakukan pemantauan intensif, petugas kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi genangan air serta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan masih turun dengan intensitas sedang.

Sementara itu, Camat Koto XI Tarusan, Nurlaini, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Batang Tarusan yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi.

“Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya debit air Sungai Batang Tarusan sehingga menggenangi pemukiman warga di beberapa nagari,” ujar Nurlaini.

Nurlaini juga menyebut, dampak banjir juga menyebabkan terputusnya akses lalu lintas utama di wilayah tersebut.

“Untuk arus lalu lintas Padang–Painan tidak bisa dilewati karena tingginya air di daerah Jongah serta di sekitar Jembatan II Nagari Duku dan Duku Utara,” ucapnya lagi.

Meski genangan air cukup tinggi, hingga sore hari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan masih terkendali. Tidak ada laporan korban jiwa, namun masyarakat diminta tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan.(**)



Komentar0

Type above and press Enter to search.