Pacu Kuda Open Race 2025 di Bukittinggi Galang Dana untuk Korban Bencana Sumbar.(dok, RN)
GoSumatera.com - Ajang Pacu Kuda Open Race 2025 kembali digelar di Lapangan Pacuan Kuda Bukik Ambacang, Bukittinggi, sekaligus menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (28/12/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, serta berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Sumbar, Wali Kota Bukittinggi beserta jajaran Forkopimda, Bupati Agam yang diwakili oleh Dinas Disdukcapil Agam, pimpinan Bank Nagari Cabang Bukittinggi, unsur pemerintahan kabupaten/kota se-Sumatera Barat, niniak mamak, bundo kanduang, serta para undangan lainnya.
Dalam sambutan Gubernur Sumatera Barat yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur Musa menyampaikan bahwa Gubernur berkeinginan hadir langsung pada kegiatan ini, namun karena agenda yang cukup padat, termasuk menerima tamu terkait penyaluran bantuan bencana, kehadiran Gubernur baru dapat dilakukan pada siang hari, katanya pada saat itu.
Sementara itu, Ketua PORDASI Sumbar, Deri Asta, menyampaikan bahwa pacu kuda merupakan salah satu olahraga tradisional yang memiliki sejarah panjang di Sumatera Barat. Bahkan, Sumatera Barat tercatat sebagai salah satu dari lima daerah pendiri PORDASI di Indonesia.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pacu Kuda Open Race 2025 yang digelar di penghujung tahun ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang olahraga dan hiburan rakyat, tetapi juga sebagai upaya penggalangan dana bagi masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana alam, seperti banjir, galodo, dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat.
“Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyalurkan bantuan ke beberapa daerah terdampak, seperti Palembayan, Malalo, Sungai Landia, Pariaman, Balingka, dan Koto Tuo. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp1 miliar,” ujar Ramlan.
Ramlan juga menyampaikan, bahwa bantuan tersebut tidak hanya berasal dari Pemerintah Kota Bukittinggi, tetapi juga dari perusahaan-perusahaan yang ada di Bukittinggi, serta perantau Minang dan donatur lainnya yang berada di Jakarta dan daerah lainnya,
Ramlan juga menjelaskan bahwa dalam ajamg ajang pacuan kuda kali ini beberapa kuda tidak ikut berlaga karena tengah dipersiapkan untuk mengikuti pacu kuda tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta nantinya.
Saat ini masih dalam format liga, dan puncaknya nanti adalah Derby Nasional, ini tentu memerlukan persiapan yang matang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan juga menyinggung mengenai kuda kebanggaan Bukittinggi bernama Fort de Kock yang telah mati. Pemerintah Kota Bukittinggi, lanjutnya, akan menyiapkan pengganti kuda tersebut dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, ujarnya.
“Nantinya DPRD akan menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi terkait penganggaran kuda pengganti ini, kebetulan saat ini hadir juga wakil ketua DPRD” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Agam yang diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, Dedi Asmar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pacu Kuda Open Race 2025 di Bukittinggi.
Kegiatan ini dinilai tidak hanya melestarikan budaya dan olahraga tradisional, tetapi juga memperkuat solidaritas antar daerah dalam membantu masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana, pungkasnya.(**)
Komentar0