TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Tujuh Korban Banjir Bandang Lembah Anai Ditemukan Meninggal Dunia

Tujuh korban Banjir Bandang Lembah Anai Ditemukan Meninggal Dunia.(dok, WAG)

GoSumatera.com - Tujuh orang korban banjir bandang di Jembatan Kembar, Lembah Anai, batas kota Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran Sungai Batang Anai, Kamis (25/11/2025).

Lokasi penemuan ketujuh korban bencana banjir bandang itu tepatnya di Kayu Tanam, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam,  Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala Puskesmas Kayu Tanam, Yurika, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan para korban ditangani awal oleh tim medis puskesmas.

Identitas para korban diketahui setelah dilakukan identifikasi oleh Innafis Sat Reskrim Polres Padang Pariaman.

Sekitar pukul 18.20 WIB ketujuh korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk identifikasi lebih lanjut.

Adapun tujuh korban adalah Nilmawati (59), Riki Saputra (38), Junimar (52), Agung Purnomo (30), Silvi Marta Putri (20), Roby Handaryo (42), dan Fariz (6).

Diduga masih ada korban lainnya yang belum ditemukan akibat musibah banjir bandang tersebut.

Tim gabungan selain melakukan pencarian di lokasi perkampungan di kawasan Jembatan Kembar Silaing Barat, juga melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Anai.

Namun upaya penyisiran dilakukan dengan kewaspadaan tinggi karena debit air Sungai Batang Anai masih tinggi dan mengantisipasi bencana banjir bandang susulan karena hujan masih mengguyur kawasan itu.
Ambulan dikerahkan evakuasi korban

Sejumlah ambulan dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang, dan Puskesmas setempat dikerahkan untuk mengevakuasi korban bencana banjir bandang (galodo) di kawasan Jembatan Kembar Silaiang, Gerbang Kota Padang Panjang, Sumatera Barat  (Sumbar), pada Kamis.

Kejadian banjir bandang pada Kamis siang itu mengakibatkan korban dari warga dan hingga Kamis pukul 15.30 WIB upaya evakuasi dan pendataan dan warga yang terjebak dari kejadian itu masih dilakukan.

"Korban dan warga terdampak masih didata. Personel masih prioritas amankan lokasi bencana dan evakuasi korban yang masih terjebak," kata Plt Kepala BPBD Kota Padang Panjang Noviyanti.

Pihaknya juga mengantisipasi curah hujan tinggi yang kemungkinan berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Evakuasi di alur sungai di sana dan di beberapa lokasi rawan dihentikan sementara, ujarnya. Hal ini karena debit air aliran Sungai Barang Anai cukup besar dan menghindari adanya kejadian susulan.

Evakuasi dilakukan oleh tim BPBD, Basarnas, Polisi, TNI dan masyarakat. Kondisi lokasi kejadian diguyur hujan deras.

Personel yang terlibat dengan mengenakan jas hujan terus melakukan pencarian dan mengangkat korban yang terluka ke ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit

Alur Sungai Batang Anai mengalir melintasi wilayah Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Beberapa konten media sosial (medsos) juga terlihat merekam aktivitas evakuasi dan juga foto-foto korban dari kejadian itu dan mengupload nya di akun group - group medsos.

Salah satunya PJR Satlantas Polda Sumbar juga memberikan laporan awal dari kegiatan itu dan menyebutkan ada korban dari kejadian itu.

Petugas meminta masyarakat atau pengendara yang dari arah Padang Panjang ke Kota Padang untuk menghindari jalur via Lembah Anai. 

Selain kejadian banjir bandang di Jembatan Kembar, juga ada beberapa titik longsor dan genangan banjir yang merendam jalur lintas yang menghubungkan Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar dengan Kota Padang tersebut.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.