TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Inilah Update Korban Banjir di Sumut: 48 Orang Dilaporkan Meninggal, 88 Orang Hilang

Inilah Update Korban Banjir di Sumut: 48 Orang Dilaporkan Meninggal, 88 Orang Hilang.(dok, fb)

GoSumatera.com - Bencana banjir terus meluas di sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut). Dilaporkan, sebanyak 48 orang meninggal dunia akibat bencana alam yang terjadi di wilayah ini.

Menurut data Polda Sumatera Utara pada Kamis (27/11/2025) pukul 12:30 WIB, terdapat 81 orang mengalami luka-luka dan 88 warga lainnya masih dalam pencarian. Secara keseluruhan, 212 warga menjadi korban dan sekitar 1.168 warga mengungsi.

“Kami juga terus memperbarui data karena sejumlah wilayah masih terisolasi dan terkendala cuaca ekstrem,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, melalui keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).

Sejak cuaca ekstrem menerjang beberapa hari lalu, Polda Sumatera Utara mencatat terdapat 221 kejadian bencana di provinsi ini. Antara lain meliputi tanah longsor, banjir, puting beliung, hingga pohon tumbang. 

Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan daerah dengan kejadian terbanyak. Masing-masing 54 kali kejadian dan 44 kali kejadian.

Di Kabupaten Mandailing Natal, terdapat 12 kali kejadian tanpa korban jiwa. Namun sekitar 400 warga terpaksa mengungsi. Di Kota Padang Sidempuan, satu orang tercatat meninggal dunia dan 120 warga mengungsi. Sementara di Kabupaten Pakpak Bharat, terjadi 24 kali kejadian dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Selanjutnya di Kabupaten Tapanuli Selatan. Bencana ini telah menyebabkan 90 warga menjadi korban. Rinciannya 73 orang luka-luka dan 17 meninggal dunia. Selain itu, 500 orang mengungsi.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Empat orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian. Di Kabupaten Tapanuli Utara, terdapat total 41 korban, termasuk sembilan orang meninggal dunia serta 31 orang lainnya hilang.

Wilayah lain seperti di Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Nias Selatan, Kota Sibolga, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat juga terdampak dengan tingkat keparahan bervariasi. Langkat tercatat memiliki 750 warga yang mengungsi.
Keterangan BNPB

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa lima orang ditemukan meninggal dunia akibat terseret banjir bandang di Kabupaten Humbang Hasundutan. Selain itu, tujuh orang mengalami luka berat, dua orang luka ringan dan empat warga masih dinyatakan hilang.

Seluruh korban luka-luka telah dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama mengingat curah hujan yang masih berpotensi tinggi di wilayah Sumatra Utara,” ujar Muhari melalui keterangan tertulis.

Sri Wahyuni Pancasilawati selaku Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatra Utara mengatakan, bencana hidrometeorologi mulai dari banjir, banjir bandang, angin kencang, hingga tanah longsor telah meluas ke 13 kabupaten dan kota di Sumatra Utara.

Ke-13 kabupaten dan kota yang dimaksud adalah Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Padangsidempuan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Nias Selatan, Kota Binjai, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan data sementara BPBD Sumut, jumlah warga yang mengungsi mencapai 5.000 jiwa. “Kami belum bisa update lebih jauh data korban terdampak bencana di Tapanuli Tengah dan Sibolga karena komunikasi ke sana terputus,” pungkasnya.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.