5,7 Ton Udang Terkontaminasi Cs-137 Dimusnahkan Pemerintah.(dok, antara)
GoSumatera.com - Pemerintah memusnahkan sebanyak 494 kotak karton, atau setara 5,7 ton udang, yang terkontaminasi Cesium (Cs)-137.
Pemusnahan dilakukan setelah dilakukan pengujian terhadap 2 kontainer udang yang dikembalikan oleh Amerika Serikat (AS).
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH sekaligus Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi, Rasio Ridho Sani, mengungkap hasil pengujian menunjukkan dari 3.250 kotak karton udang yang diperiksa, terdapat 494 kotak karton terkontaminasi Cs-137 pada bagian luar karton.
"Sebagai tindaklanjut rekomendasi dari Badan Karantina RI dan Bapaten tentang Pemusnahan Udang Terkontaminasi Cesium 137 maka terhadap 494 kotak karton udang yang terkontaminasi dilakukan pemusnahan," kata dia dalam keterangannya, Minggu (16/11/2025) aeperti dikutip antara.
Pengujian dilakukan menindaklanjuti temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) terkait udang asal Indonesia yang terkontaminasi Cs-137. Pengujian dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
Berdasarkan pengujian, kandungan Cs-137 pada udang ditemukan 10,8 Bq/kg (uji basah). Hasil uji kandungan Cs-137 pada uji basah ini lebih kecil dari 100 Bq/kg atau tingkat klirens Cs-137 yang dapat dilepaskan ke lingkungan.
Rasio Ridho menyampaikan bahwa pemusnahan dilakukan dengan metode insenerasi menggunakan insinerator tipe Vertical Stoker pada suhu 800-900 celsius yang dilengkapi oleh Peralatan Pengendalian Emisi Udara dengan Continous Emission Monitoring System (CEMS).
Abu hasil insenerasi ditangani melalui makro enkapsulasi dengan melakukan solidifikasi dalam boks HDPE, dan kemudian ditempatkan di lahan timbus (landfill) kelas 1 yang dioperasikan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), di Bogor, Sabtu (15/11/2025) kemarin.
Pemusnahan tersebut menggunakan protokol keamanan radiasi dan keamanan lingkungan yang ketat sehingga pemusnahan tetap aman terhadap lingkungan sekitar.
"Satu kali proses pemusnahan memerlukan waktu empat jam," terangnya.
Lebih lanjut, upaya mitigasi dan dekontaminasi cemaran Cs-137 di Kawasan Cikande Serang, secara intensif terus dilakukan oleh Satgas Penanganan Kontaminasi Radionuklida Cs-137.
Saat ini fasilitas pabrik-pabrik yang terkontaminasi Cs-137 telah selesai didekontaminasi dan beroperasi kembali.
Sementara lokasi-lokasi Zona Merah, yakni dilokasi A, C1, D, H, I telah dinyatakan aman oleh Bapeten dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN.) Adapun lokasi B, E, F, F1, sedang tahapan cementing dengan beton K-350. Untuk lokasi F2 dilakukan finalisasi stripping untuk persiapan cementing.
Di sisi lain, Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan dan melindungi sumber daya hayati nasional.
Barantin menilai, pemusnahan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa setiap komoditas pangan yang beredar tetap aman, sehat, serta tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan.
Kegiatan pemusnahan dilakukan secara terpadu antara Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Bapeten, Barantin, serta BRIN lewat Satuan Gugus Cs-137.
Direktur Tindakan Karantina Ikan, Akhmad Alfaraby, mengatakan kegiatan pemusnahan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjaga keamanan pangan dan sumber daya hayati Indonesia.
“Kegiatan pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen Barantin dalam mengawal keamanan pangan,”ucapnya. (**)
Komentar0