Bupati Agam Benni Warlis saat meninjau korban keracunan MBG di RSUD Lubuk Basung.(dok, Armen/Kaba12)
AGAM, GoSumatera - Jumlah Keseluruhan korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pertama di Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi di wilayah Kecamatan Lubukbasung, Agam, hingga Kamis, (2/10/2025) pagi sudah mencapai 110 orang.
Keseluruhan korban yang sebelumnya ditangani secara intensif di 4 fasilitas kesehatan masing-masing Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubukbasung, Puskesmas Lubukbasung dan RSIA Rizky Bunda, sudah dinyatakan pulih dan sudah kembali pulang ke rumah masing-masing.
Penambahan jumlah korban terdampak, setelah hingga Rabu malam, total warga terdampak mencapai 82 orang, dimana update Kamis pagi ada penambahan 11 pasien baru di Puskesmas Manggopoh.
Penambahan itu masing-masing 3 orang masih menjalani observasi dan 8 orang sudah boleh pulang, juga di RSUD Lubukbasung, ada penambahan 13 orang pasien baru, masing-masing 9 orang masih menjalani observasi dan 4 orang sudah boleh pulang.
Hingga saat ini, proses penanganan secara maksimal terus dilakukan jajaran terkait Pemkab Agam, terutama Satgas Pemkab. Agam di 4 fasilitas kecamatan yang menangani kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari nasi goreng yang diproduksi oleh dapur SPPG Kampuang Tangah, Lubukbasung, Rabu 1 Oktober 2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam M.Lutfie didampingi Kepala Badan Kesbangpol Agam Bambang Warsito, Direktur RSUD Lubukbasung Riko Krisman, dan para pejabat daerah lain, kembali mendatangi para pasien yang masih dirawat di RSUD Lubukbasung, untuk memastikan kondisi terkini di fasilitas kesehatan yang menangani para korban sejak Rabu sore kemarin.
Mengutip dari kaba12, dr Hendri Rusdian, M,Kes, menuturkan data korban terdampak kasus keracunan yang diduga mengkonsumsi menu nasi goreng MBG dari dari SPPG Kampuang Tangah tersebut, mencapai 110 orang, dengan penambahan jumlah data hingga Kamis siang.
Dipaparkan juga, data terakhir yang dihimpun Satgas Pemkab Agam, kasus tertinggi ditangani Puskesmas Manggopoh yang sebagian pasien dirujuk ke RSUD Lubukbasung, termasuk ke Puskesmas Lubukbasung, karena tidak lagi bisa menampung jumlah korban yang melonjak tajam dalam waktu relative singkat hingga Rabu malam.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam itu meyakinkan, sesuai instruksi Bupati Agam dan sesuai penetapan status KLB Keracunan MBG yang diberlakukan, pihaknya bersama Satgas akan berupaya maksimal melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mengatasi kasus yang terjadi.
“Kami akan terus memantau proses penanganan secara maksimal, sampai seluruh warga terdampak betul-betul pulih dan bisa beraktivitas dengan baik," ucapnya.
Selain itu, Kadinas Kesehatan Agam itu, menegaskan pihaknya sudah menurunkan seluruh petugas kesehatan yang ada di wilayah kecamatan Lubukbasung untuk melakukan tracking dan penanganan di lapangan, serta mendorong proses penanganan medis di fasiitas kesehatan yang ada di Lubuk Basung.
“Pemkab.Agam, sesuai instruksi Bupati dan status KLB yang ditetapkan, pemerintah sepenuhnya menanggungjawab pembiayaan warga terdampak," pungkasnya.(**)
Komentar0