TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Pemko Bukittinggi dan Elemen Masyarakat Gotong Rotong Bersihkan Sungai Batang Agam



BUKITTINGGI, GoSumatera - Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong royong bersama membersihkan kawasan Sungai Batang Agam dari tumpukan sampah, khususnya plastik yang menjadi penyumbang utama pencemaran lingkungan, Jumat 18 Juli 2025.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dimulai dari kawasan belakang Rumah Potong Hewan (RPH) hingga ke daerah Gulai Bancah.

Ratusan peserta gotong royong dari berbagai instansi pemerintahan, ASN, dan masyarakat umum turut ambil bagian dalam goro ini. Terlihat juga peserta goro turun langsung ke dalam parit dan mengangkat sampah, serta memilah limbah di dalam sungai.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda bersih-bersih rutin.

Namun, ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dari ancaman serius  polusi plastik, ujarnya

“Tentu saja ini soal masa depan. Kalau bukan kita yang menjaga sungai dan lingkungan kita dari sekarang, siapa lagi. Sampah plastik bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga membahayakan ekosistem lingkungan dan kesehatan,” ulasnya.

Rismal juga menuturkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Bukittinggi sebagai bagian dari program besar Gerakan Bukittinggi Bersih 2025.

Rismal melanjutkan, gotong royong seperti ini bisa menjadi budaya, bukan sekadar seremoni.
Tujuan utamanya membersihkan sampah plastik.

"Kawasan Sungai Batang Agam yang selama ini menjadi salah satu ikon alam Kota Bukittinggi memang tak lupu dari permasalahan sampah," sambungnya.

Penyebab utamanya, banyak limbah rumah tangga dan plastik sekali pakai yang bermuara di aliran sungai ini. Maka tak heran jika aksi bersih kali ini difokuskan di sana.

Menurut laporan Dinas Lingkungan Hidup, sampah plastik mendominasi komposisi limbah yang ditemukan di sungai Batang Agam.

Tentu saja kondisi ini mengancam kualitas air dan mengganggu habitat yang ada di dalamnya. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci. Dalam gotong royong ini, bukan hanya pegawai pemerintahan yang hadir, tapi juga pelajar, komunitas pecinta lingkungan, dan tokoh masyarakat setempat, tukuknya.

Rismal juga menyampaikan, Wali Kota Bukittinggi berkomitmen penuh mendukung gerakan bersih ini bukan hanya lewat instruksi administratif, tapi juga dengan menggerakkan seluruh OPD, kelurahan, dan sekolah-sekolah agar menjadikan kebersihan sebagai gerakan massal dan berkelanjutan.

“Gotong royong harus jadi budaya. Kita ingin Bukittinggi tidak hanya bersih saat ada event saja, tapi bersih setiap hari karena warganya memang memiliki kepedulian dengan lingkungan mereka,” pungkasnya.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.