TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

WTBOS Sosialisasikan Modul P5 Bertema "Kearifan Lokal" di SMA Negeri 1 Sumatera Barat





Padang Panjang, GoSumatera.com – SMA Negeri 1 Sumatera Barat sukses mengadakan sosialisasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, bekerja sama dengan WTBOS. Mengusung tema "Kearifan Lokal," kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, bertujuan memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai Pancasila pada siswa sebagai generasi penerus bangsa. Senin, 4-6 November 2024.

Tema "Kearifan Lokal" dipilih untuk menggali dan mengapresiasi budaya dan tradisi Sumatera Barat, yang kaya akan nilai-nilai luhur. Dalam sosialisasi ini, para siswa diajak memahami pentingnya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat rasa kebanggaan terhadap identitas nasional. Dengan memadukan konsep P5 dan budaya Minangkabau, kegiatan ini memberi pemahaman kepada siswa tentang bagaimana budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam bersikap dan berperilaku.

Selama sosialisasi, siswa berpartisipasi dalam sejumlah workshop dan diskusi yang berfokus pada praktik kearifan lokal, seperti seni pertunjukan Randai, tari tradisional Minangkabau, dan pembuatan kuliner khas daerah. Mereka juga diajak untuk membuat karya seni yang terinspirasi dari tradisi Minangkabau, seperti membuat miniatur rumah gadang, menulis cerita rakyat, dan menggambar motif songket. Selain itu, para siswa belajar tentang filosofi "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" yang menjadi pegangan hidup masyarakat Minang.

Kepala SMA Negeri 1 Sumatera Barat, Surya Netti, S.Pd., menyampaikan, pentingnya tema kearifan lokal dalam program ini. "Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk siswa yang bukan hanya berprestasi akademis tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme dan kepedulian terhadap budaya lokal," ujarnya. 

Menurutnya, integrasi nilai-nilai Pancasila dengan budaya lokal mampu membentuk profil pelajar yang lebih berkarakter dan berkepribadian kuat.

Para narasumber dari Kementerian Kebudayaan dan WTBOS pun turut hadir untuk memberikan materi tentang relevansi kearifan lokal dalam konteks globalisasi. Mereka menekankan bahwa melestarikan budaya lokal tak hanya memperkuat identitas bangsa tetapi juga memperkaya nilai-nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain siswa, para guru juga dilibatkan dalam sesi pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran. Dengan demikian, para guru diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kontekstual dan inspiratif, sesuai dengan visi Program P5.

Kegiatan sosialisasi bertema kearifan lokal ini mendapatkan respons positif dari siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Melalui program ini, SMA Negeri 1 Sumatera Barat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakar kuat pada budaya bangsa dan siap menghadapi tantangan global tanpa melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Adapun narasumber yang hadir antara lain: Miya Maharani (Tim Penyusun Modul, Sudarmoko (Tim Kurator Gelanggang Arang), Edi Utama (Tim Kurator Gelanggang Arang), Dian Trihayati (Pamong Budaya Ahli Muda Kementrian Kebudayaan). Acara tersebut juga di hadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang. (SS)





Komentar0

Type above and press Enter to search.