TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Tim Pengabdian FPP UNP Gelar Pelatihan Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Masyarakat di Bungus Padang

Padang, GoSumatera.com - Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat atau lebih dikenal sebagai kawasan Sungai Pisang memiliki potensi sebagai pariwisata bahari yang harus dikembangkan. 

Mengingat daerah tersebut kaya akan potensi alam, budaya, dan kuliner. Permintaan oleh pihak terkait untuk mengelola lebih baik terus meningkat. Ditambah lagi jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Tim Pengabdian Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang (FPP - UNP) yang digawangi oleh Kurnia Illahi Manvi Adek Kurnia Fiza, dan Hermansyah
juga melihat kesiapan masyarakat untuk mengelola potensi pariwisata bahari yang menjadi perhatian utama, agar masyarakat lokal mendapatkan manfaat melalui pengembangan pariwisata bahari.

Karena menjadi pariwisata bahari tidak cukup dengan fasilitas yang didukung oleh pemerintah ataupun apresiasi masyarakat setempat saja. 

Namun, juga membutuhkan pengelolaan secara profesional dan maksimal, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keharmonisan wisata menjadi ramah lingkungan. Caranya dengan menyediakan pelatihan, begitupun bimbingan yang terarah dan terstruktur, untuk membangun pariwisata bahari berbasis masyarakat, ujar Kurnia. 

Masalah yang dialami mitra menghambat proses pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat. Dengan adanya kerjasama Perguruan Tinggi yang berkelanjutan dengan masyarakat melalui pemerintah setempat, diharapkan memberikan solusi terhadap pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat.

"Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pendampingan, dan pelatihan untuk pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat. Hal itu meliputi pendampingan dan pembinaan dalam pengelolaan, serta perlindungan terumbu karang untuk menjaga ekosistem laut maupun daya tarik wisata," sambungnya.

Kelurahan merupakan unit administratif terkecil yang umumnya terdapat di daerah perkotaan dengan dimungkinkan memiliki potensi pariwisata berbasis masyarakat. 

Seperti di Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat yang kaya akan potensi alam, budaya maupun warisan Minangkabau, kuliner, atau umumnya dikenal sebagai pariwisata bahari.

Menurut UU Nomor 10 Tahun 2009, pengertian pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah, ulasnya. 

Sedangkan kebijakan pariwisata daerah telah menjadikan Sungai Pisang sebagai pariwisata bahari yang harus dijaga dari berbagai sisi baik pengelolaan ataupun kesadaran dari masyarakat maupun pengunjung, terangnya.

Dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat di kelurahan diperlukan sektor penggerak yang mampu mengelola dan menggerakkan sumber daya manusia dalam mewujudkan ekonomi yang stabil dan layak di masyarakat, berupa manajemen.

Adek Kurnia Fiza menambahkan, fungsi manajemen terdiri dari Planning, yaitu proses penentuan tujuan, strategi, dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mencapai  tujuan. Kedua adalah organizing, yaitu proses pembagian tugas, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Selanjutnya, actuating, yaitu proses memotivasi, membimbing, dan mengarahkan karyawan dalam rangka mencapai tujuan. Kemudian controlling, yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kinerja terhadap tujuan perusahaan, tuturnya.

Sumatera Barat terus berupaya melakukan pengembangan pariwisata bahari. Hal itu sebagai wujud dukungan kepada negara yang mendapatkan devisa terbesar kedua dari industri pariwisata. 


Akan tetapi, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, diperkirakan belum sepenuhnya bisa mewujudkan dukungan tersebut. Hal ini terlihat dengan masih kurangnya pembenahan, dan pengembangan objek wisata, tukuknya. 

Adek juga menyebutkan, disebabkan pengelolaan belum sepenuhnya profesional atau maksimal, maupun kurangnya kesadaran masyarakat, dan kelompok masyarakat dalam perlindungan terumbu karang.

Secara geografis, Kecamatan Bungus Teluk Kabung berbatasan di sebelah utara dengan Kecamatan Lubuk Begalung, sebelah selatan dengan Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah timur dengan Kabupaten Pesisir Selatan dan Kecamatan Lubuk Kilangan, dan di sebelah barat dengan Samudera Indonesia.

Kelurahan Teluk Kabung Selatan merupakan salah satu dari enam kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung dengan luas kelurahan 9,14 kilometer persegi, terdiri dari 2 RW dan 9 RT dengan berpenduduk 3366 jiwa pada tahun 2020, terdiri dari 2.400 jiwa.

Berdasarkan Profil, ditemukan permasalahan-permasalahan yang tentunya penting untuk ditindaklanjuti. Masalah-masalah tersebut seperti: pengelolaan secara profesional dan maksimal, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keharmonisan wisata menjadi ramah lingkungan terkhusus terumbu karang, tukuknya.

Masalah yang dialami mitra tentu akan menghambat proses pengembangan pariwisata dan perekonomian di Kelurahan Teluk Kabung Selatan pada umumnya. Adanya kerjasama Perguruan Tinggi dengan masyarakat tentu diharapkan memberikan solusi terhadap pengelolaan, pengembangan untuk Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Masyarakat di Kelurahan Teluk Kabung Selatan, paparnya.

Pelaksanaan kegiatan ini ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sekaligus memelihara objek wisata lokal baik yang sudah ada ataupun dimunculkan berdasarkan potensi yang ada, sebagaimana berkontribusi pada Indikator Kinerja Utama. 

Mengingat besarnya potensi, pengabdi juga bisa mendapatkan manfaat, sejalan dengan tujuan di dalam kegiatan ini. Mahasiswa bisa ikut terlibat dalam praktek lapangan. 

Dimana menyalurkan kemampuannya di lapangan dalam praktek manajemen parawisata ataupun bidang studi terkait, sesuai dengan MBKM. Melalui kegiatan ini, tujuan pelaksanaan pengabdian difokuskan secara langsung, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya. 

Baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan, pengembangan keterampilan, dan memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam keputusan pengelolaan pariwisata.

Sementara itu, untuk solusi dan target, di bidang produksi pariwisata memperbaiki atau membangun fasilitas akomodasi dan fasilitas lainnya yang mendukung pariwisata. Selain itu, perlu dipahami perbaikan maupun pembangunan yang mendukung pariwisata tidaklah lengkap tanpa adanya pemanfaatan ataupun potensi budaya Minangkabau. 

Caranya, dengan menyediakan paket wisata yang membuat wisatawan lebih terarah dan terstruktur mengenai pariwisata bahari sendiri dan menonjolkan edukasi mencintai alam. Namun, sebelum itu juga dilakukan pelatihan dalam mengelolanya sembari promosi aktif dengan memanfaatkan media sosial sesuai dengan perkembangan zaman.

Untuk target luaran, meliputi Infrastruktur kelurahan sebagai pariwisata bahari meningkat. Kemudian, pengunjung lokal ataupun daerah luar, bahkan wisatawan asing meningkat

Seterusnya Nagari mendapatkan pemasukkan dari adanya nagari pariwisata berbasis masyarakat.

Diharapkan masyarakat lokal menjadi sadar akan berharganya fasilitas pariwisata dan bersama-sama menjaganya, baik tidak merusak ataupun menjaga kebersihan.
Dilanjutkan dengan manajemen usaha pariwisata dengan melakukan pelatihan pengelolaan manajerial parawisata berbasis masyarakat, sesuai fungsi manajemen terdiri dari Planning,  yaitu proses penentuan tujuan, strategi, dan kebijakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Tidak hanya itu, selanjutnya organizing, yaitu proses pembagian tugas, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Seterusnya, actuating, yaitu proses memotivasi, membimbing, dan mengarahkan karyawan dalam rangka mencapai tujuan, dan controlling, yaitu fungsi manajemen yang berhubungan dengan prosedur pengukuran hasil kinerja terhadap tujuan perusahaan.

Usaha meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat terus diupayakan. Namun usaha tersebut masih belum memperoleh hasil yang memuaskan serta merata dan menyeluruh.

Oleh sebab itu program-program yang menunjang pengetahuan dan keterampilan bidang pengembangan pariwisata berbasis masyarat  melalui pelatihan langsung ataupun pendampingan dengan praktisi sangat perlu diberikan secara kontinu dan berkelanjutan, agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat di lingkungan pengelola objek wisata tersebut.

Terkait dengan hal tersebut dirasa perlu untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat di lingkungan Kelurahan Teluk Kabung Selatan guna menciptakan masyarakat dengan ekonomi yang mencukupi. 

Supaya tujuan dapat tercapai secara maksimal, dalam pelaksanaan pengabdian bagi masyarakat digunakan metode yang bervariasi yaitu Metode Ceramah dan Tanya Jawab.

Metode ini digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengembangan Teluk Kabung Selatan sebagai pariwisata bahari. 

Dalam sesi ceramah, juga disampaikan beberapa materi yaitu, pengetahuan kemampuan manajerial pengembangan pariwisata bahari. Kemudian, Manajemen Administrasi dan keuangan serta pelaporan yang baik.

Selanjutnya,  Metode Demonstrasi dan Pemberian Tugas Tim bersama dengan mitra bekerja bersama-sama selama proses pelatihan berlangsung. 

Proses demonstrasi yang dilakukan instruktur akan diikuti oleh mitra sebagai bentuk aplikasi dari pengetahuan yang telah diberikan sebelumnya. Salah satu bentuk demonstrasi yang dilakukan penjualan produk dengan memanfaatkan media sosial serta bekerjasama dalam Pembangunan Sarana Pemasaran.

Pengusul akan memberikan bantuan dalam pembelian bahan dan masyarakat secara gotong royong untuk membuat untuk sarana dan prasana yang mendukung pengembangan nagari parawisata bahari, terkhusus menciptakan masyarakat yang mencintai alam dengan didukung fasilitas terkait. Selanjutnya, bimbingan dilakukan terkait dengan kegiatan pengelolaan dan pengembangan Parawisata Berbasis Masyarakat.

Sehingga, pengetahuan dan keterampilan yang diperolah dengan kualifikasi yang sama. Agar lebih jelas , bagaimana gambaran Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang akan ditranfer kepada peserta dapat dilihat pada bagan gambaran penerapan PKM.

Pembukaan Pengabdian dan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kelompok sasaran Pengabdian mulai dilaksanakan pada 13 juli 2024. Pembukaan ini dilanjutkan dengan FGD kepada kelompok sasaran pengabdian, dalam hal ini kelompok pengabdian dalam objek wisata bahari. Kegiatan ini dihadiri dan disuppor langsung oleh Lurah Teluk Kabung Selatan, Rusdi.

Pelatihan Pengelolaan Objek Wisata Bahari
Kegiatan selanjutnya dilakukan pada tanggal 20 Juli 2024, yakni melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Objek Wisata.

Selain Lurah, acara ini juga didukung oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Penggiat Pariwisata di Teluk Kabung Selatan dengan Narasumber Asmen Kahar.

Kesimpulannya, masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan secara profesional dan maksimal, serta faktor keterlibatan masyarakat dalam  menjaga keharmonisan wisata menjadi ramah lingkungan, terkhusus terumbu karang. Adanya kerjasama antara tim pengabdian dari UNP dengan masyarakat tentu saja diharapkan dapat memberikan solusi terhadap pengetahuan, dan keterampilan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat di Teluk Kabung Selatan.(**)













Komentar0

Type above and press Enter to search.