TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Waspadai Degradasi Moral Pemuda, PAKEK Bukittinggi Diskusikan Revitalisasi dan Etika Generasi Bangsa

 

Waspadai Degradasi Moral Pemuda, PAKEK Bukittinggi Diskusikan Revitalisasi dan Etika Calon Generasi Bangsa, Jum'at 14 Juli 2023.

BUKITTINGGI, GoSumatera - Diskusi Publik yang mengusung tema 'Revitalisasi Moral, Etika dan Produktifitas Pemuda sebagai Manifestasi Bangsa dalam Menjawab Tantangan Global', kembali dihadirkan Parlemen Komunikasi dan Edukasi (PAKEK) Enterprise Kota Bukittinggi, Jum'at 14 Juli 2023, di Bopet Keluarga, By Pass, Bukittinggi.

Narasumber yang dihadirkan dalam diskusi malam itu adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Ummat Kota Bukittinggi, Adi Arma, BE, SH, Caleg dari Partai Gelora Bukittinggi, Yulia Damri, dan Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Ilham Alkhairi, ST.

Dalam acara yang dipandu oleh host Jontra ini, Adi Arma menyebutkan, peranan pemuda sangat sentral dalam menentukan maju mundurnya suatu bangsa. 

Generasi muda saat ini dihadapkan dengan pergumulan nilai yang sangat sulit. Dimana mereka dihadapkan untuk dapat memelihara dan mengembangkan budayanya yang menjunjung tinggi nilai -nilai keagamaan, ungkapnya.

Sementara itu, arus kemajuan teknologi juga berbarengan menghampiri mereka. Perlahan tapi pasti, ada pergeseran nilai karena ketidaksiapan menerima berbagai perubahan tersebut, yang akhirnya membuat generasi muda labil. Mereka memgurung diri dengan label privasi, dan mulai terbiasa dengan sifat individualisme, papar Adi Arma. 

Penyebabnya, karena segala hal dan informasi yang ingin mereka ketahui telah terjawab melalui dunia digital. Layanan kemudahan dalam mengakses internet ataupun menggunakan media sosial (medsos) setiap hari, menjadikan mereka alpa untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, sambung Adi Arma yang juga pernah duduk sebagai Anggota DPRD Kota Bukittinggi pada periode 2009 -2014 lalu.

"Pada saat saya masih remaja dan menjadi pemuda, kemajuan teknologi belumlah seperti saat sekarang ini. Dalam keseharian semuanya serba manual. Berbaur dengan masyarakat menjadi sebuah keniscayaan, jarang orang bisa hidup sendiri, semuanya saling membutuhkan. Begitupun dengan moral dan etika, semuanya masih terjaga dengan baik, tukuknya.

Sementara itu, Narasumber Yulia Damri justru menilai baik buruknya pemuda itu pendidikan awalnya dimulai dari rumah tangga. Tingkah laku pemuda itu akan baik, jika mereka diajarkan tentang moral dan etika tersebut dari keluarga, oleh orang tuanya masing -masing, ucapnya.

 "Jika ajaran yang diberikan oleh orang tua mereka baik, maka di tengah masyarakat pun para pemuda itu akan berlaku baik. Bagaimanapun buruknya lingkungan yang mereka jalani, tidak akan mempengaruhi mereka secara signifikan. Karena, mereka punya  basic yang bagus, yaitu pengajaran dari rumahnya masing -masing," terangnya.

Narasumber Ilham Alkhairi dalam kesempatan itu juga mengatakan, libatkan para pemuda dalam kegiatan yang positif seperti kegiatan olahraga, agar mereka punya kesibukan, dan mereka tidak tergerus oleh kemajuan teknologi yang sifatnya berdampak negatif.

Khususnya di Sumatera Barat, kita bisa mengarahkan para pemuda untuk kembali ke nilai -nilai dasar yang dianut oleh masyarakat Minangkabau, tuturnya.

"Terjadinya degradasi moral dan etika pemuda saat ini, karena mereka tidak dibekali dengan pengetahuan agama dan budaya Minangkabau sejak dari usia dini," ulasnya.
  
Bahaya pengaruh Narkoba dan LGBT bagi generasi muda saat ini termasuk bagian dari penyakit masyarakat. Menanamkan nilai ajaran agama, dan budaya lokal kita dalam berbagai kegiatan yang dilakukan, mulai dari tingkat sekolah, hingga institusi pemerintahan, akan mengikis segala pengaruh buruk tersebut, ujarnya.

Sesi dialog dengan audiens dalam diskusi ini juga menghadirkan mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bukittinggi, Rinaldi, SSi, MM, Mantan Birokrat Pemko Bukittinggi, Anderman S.IP, M.Si, dan Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Bukittinggi, M Syukri.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.