TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Telusuri Laporan Masyarakat, DPRD Sidak Pengerjaan Drainase di Jantung Kota Bukittinggi yang Molor


Politisi Partai PKS H. Ibra Yaser bersama Anggota DPRD lainnya saat melakukan sidak pada pengerjaan drainase di jalan Peritis Kemerdekaan, Bukittinggi. 


BUKITTINGGI - Setelah banyak mendapat laporan dari masyarakat tentang pengerjaan drainase yang molor, Komisi III DPRD Bukittinggi melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek galian drainase di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa 2 November 2021.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Nur Hasra, Ketua Komisi III Jhon Edward, Ibra Yaser, Irman dan Yontrimansyah ikut hadir guna melihat langsung pengerjaan proyek yang dikhawatirkan tidak akan bisa tuntas pada tengat waktu yang telah ditentukan tersebut, yakni pada 26 Desember 2021 mendatang. 

Nur Hasra dalam kesempatan itu mengatakan, sejauh ini progres pengerjaan bobotnya masih 24 persen, untuk itu dalam menjalan fungsi pengawasan, kami dari DPRD Bukittinggi menuntut kontraktor pelaksana untuk bekerja  bekerja cepat sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. 

"Kalau melihat kondisi di lapangan saat ini, kita khawatir pekerjaan ini tak akan selesai tepat waktu, progresnya baru 24 persen, sementara deadlinenya sudah semakin dekat," ujarnya.

Untuk mengejar tenggat waktu, Nur Hasra meminta pengawas untuk bekerja siang-malam.

"Kalau dibutuhkan, bisa juga dengan menutup akses jalan ini, agar pekerjaan ini bisa segera rampung," ujarnya.

Tak hanya itu, Politisi PKS  Ibra Yaser dalam kesempatan itu juga menyoroti dan meminta kontraktor pelaksana PT Inanta Bhakti Utama untuk memberikan pagar pembatas, demi keamanan pengendara agar tidak ada yang terperosok ke dalam lubang galian.

Ibra Yaser juga meminta agar kontraktor pelaksana bekerja sesuai dengan bestek pekerjaan, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. 

"Ada banyak laporan kepada kami di DPRD tentang kontraktor pelaksana yang tak mengerjakan sepenuhnya pekerjaan drainase ini sesuai dengan spek yang telah ditentukan dalam bestek pekerjaan," ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek galian drainase ini menelan dana Rp12,9 miliar yang berasal dari APBD Bukittinggi. Pengerjaannya sepanjang 1.080 meter, dari Simpang Kangkuang atau Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda, Pasar Banto.

Proyek di jantung kota ini memang menjadi sorotan publik, bahkan Walikota Bukittinggi Erman Safar pernah meradang karena tanah galian menutup akses ke sejumlah toko di sekitar kawasan itu.(Jtr)

Komentar0

Type above and press Enter to search.