Gunung Marapi Kembali Erupsi, Rabu (27/8/2025) pukul 14.45 WIB.(dok, Ferix)
BUKITTINGGI, GoSumatera -- Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali memperlihatkan aktivitas vulkanik. Pada Rabu (27/8/2025) pukul 14.45 WIB, gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut itu meletus. Tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut tebal,.
Namun, erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan durasi sekitar 35 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) di Belakang Balok, Kota Bukittinggi menyatakan status Marapi tetap berada pada Level II (Waspada).
Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek yang menjadi pusat aktivitas gunung tersebut.
Sementara itu, Diana (46) warga Bukik Batabuah, Agam, mengaku sedang berada di rumahnya saat dentuman dan letusan terjadi.
“Saya mendengar suara dentuman, tak lama setelah itu terlihat kepulan asap membumbung di atas gunung, namun sumber letusan dari kawah di puncak gunung tertutup kabut,” sebutnya.
Warga lainnya juga melaporkan merasakan dampak langsung erupsi sore ini. “Kami merasakan getaran erupsi di pasar Padang Panjang,” ujar Ferix (46) warga Padang Panjang.
PVMBG mengingatkan masyarakat di bantaran sungai berhulu Marapi agar tetap mewaspadai ancaman lahar terutama saat musim hujan. Jika terjadi hujan abu, warga diminta mengenakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Hingga satu jam usai erupsi, belum ada laporan terjadinya hujan abu. Pemerintah daerah di Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, dan Agam diminta berkoordinasi intensif dengan Pos Pengamatan Marapi di Bukittinggi maupun Badan Geologi di Bandung.(**)
Komentar0