TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Sejak 2001, Lebaran Idul Fitri 2026 Adalah Perbedaan yang Keenam

Sejak 2001, Lebaran Idul Fitri 2026 Adalah Perbedaan yang Keenam.(dok, fb)

GoSumatera.com - Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia kembali mengalami perbedaan pada tahun 2026. Fenomena ini menjadi bagian dari dinamika kehidupan beragama yang telah berulang dalam sejarah umat Islam di Tanah Air.

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026) di Jakarta, dengan mengacu pada metode rukyat atau pemantauan hilal secara langsung.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab, yakni perhitungan astronomi yang dilakukan secara sistematis dan dapat ditentukan jauh hari sebelumnya.

Perbedaan metode antara rukyat dan hisab inilah yang kembali melahirkan perbedaan dalam penentuan hari raya. Akibatnya, dua organisasi Islam besar di Indonesia merayakan Idul Fitri pada tanggal yang tidak bersamaan.

Praktik yang telah berlangsung selama ini, mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat. Sementara Muhammadiyah tetap konsisten menggunakan metode hisab sebagai pedoman penentuan awal bulan Hijriah.

Menariknya, perbedaan Lebaran bukanlah hal baru. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, sejak 2001 hingga 2026, perbedaan Hari Raya Idul Fitri tercatat telah terjadi sebanyak enam kali, yakni pada tahun 2002, 2006, 2007, 2011, 2023, dan 2026.

Meski berbeda, kondisi ini diharapkan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat dimaknai sebagai wujud keberagaman dalam beribadah, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persatuan umat Islam di Indonesia.

Semangat Idul Fitri sejatinya tidak terletak pada keseragaman waktu, melainkan pada makna kembali ke fitrah, mempererat tali silaturahmi, serta menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.