TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Kabar Perang Iran Terkini: Fasilitas Minyak UEA Digempur Drone

Kabar Perang Iran Terkini: Fasilitas Minyak UEA Digempur Drone.(dok, AFP)

GoSumatera.com - Memasuki hari ke-18 peperangan pada Selasa (17/3/2026), Iran melancarkan serangan drone ke fasilitas minyak Uni Emirat Arab (UEA), yakni Pelabuhan Fujairah dan ladang gas Shah. Serangan ini memicu penghentian operasi kedua fasilitas itu pada area yang terdampak.

Melansir CNA, serangan Iran ke fasilitas minyak UAE ini mengancam terputusnya jalur ekspor minyak mentah dari Abu Dhabi. Serangan ini juga dikhawatirkan dapat berpengaruh ke harga minyak dunia yang melonjak.

UEA merupakan salah satu negara Teluk yang paling terdampak oleh serangan Iran. Sejak Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Teheran pada 28 Februari lalu, produksi minyak mentah harian UAE telah turun lebih dari setengah.

Dengan masih belum pastinya keamanan di Selat Hormuz akibat upaya penutupan oleh Iran juga dilaporkan telah berdampak pada rantai produksi minyak UAE. Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC), dilaporkan terpaksa menghentikan sejumlah lini produksi mereka karenanya.

Sementara itu, Pelabuhan Fujairah yang jadi target drone Iran pada Selasa adalah jalur ekspor UAE yang umumnya jadi jalur untuk lebih dari 1 juta barel minyak per hari. Pelabuhan ini masih beroperasi, namun dengan kapasitas yang telah dikurangi.

Sedangkan, ladang gas Shah di dekat Abu Dhabi adalah salah satu ladang gas asam terbesar di dunia. Ladang ini merupakan fasilitas yang mampu memasok 500 juta kaki kubik gas setiap hari.

Israel-Iran Saling Serang

Serangan Iran terhadap UAE tersebut menjadikan kawasan Teluk kini masih diwarnai saling balas serangan antara Iran dan Israel. Ketika Teheran menyerang Abu Dhabi, Israel dilaporkan menyerang Iran sehari sebelumnya pada Senin (16/3/2026).

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut bahwa serangan negara Zionis itu ke Iran pada Senin telah menyebabkan kepala keamanan nasional Iran yang berpengaruh, Ali Larijani, terbunuh. Keterangan Katz pada Selasa menyebut bahwa Larijani terbunuh Bersama komandan pasukan Basij, Gholamreza Soleimani.

"Saya baru saja mendapat informasi terbaru dari kepala staf bahwa Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, dan kepala Basij-aparat penindasan pusat Iran-(Soleimani), telah dieliminasi tadi malam," katanya, dikutip dari The Straits Times.

Sejauh ini, Iran belum memberikan keterangan terkait pernyataan Katz tersebut. Belum ada konfirmasi ataupun penolakan atas pernyataan tersebut.

Jika terbunuhnya Larijani terkonfirmasi, ia akan jadi pejabat Iran paling senior yang tewas setelah Ayatollah Ali Khamenei. Larijani merupakan mantan negosiator nuklir dan merupakan salah satu orang kepercayaan Ali Khamenei ketika menjabat.

Sebelumnya, AS menawarkan hadiah hingga USD10 juta untuk informasi sejumlah pejabat militer dan intelijen senior Iran. Larijani masih dalam daftar pencarian AS itu, ia dikategorikan sebagai tokoh yang dekat dengan IRGC.

Perang AS-Israel di Iran kini telah memasuki pekan ketiga. Setidaknya 2.000 orang telah terbunuh akibat serangan dan belum ada tanda-tanda konflik akan berakhir.(**)

Komentar0

Type above and press Enter to search.