TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

Israel Mengeklaim Bunuh Menteri Intelijen Iran dan Serang Ibukota Lebanon

Israel Mengeklaim Bunuh Menteri Intelijen Iran dan Serang Ibukota Lebanon.(dok, AFP)

GoSumatera.com - Israel mengeklaim telah membunuh Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, dalam serangan terbaru yang menargetkan elit kepemimpinan Teheran. Pernyataan ini muncul sehari setelah Israel mengklaim menewaskan pejabat keamanan tinggi Iran, Ali Larijani, dalam eskalasi konflik yang kian meluas.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya kini membuka peluang lebih luas bagi militer untuk memburu pejabat tinggi Iran.

“Tidak seorang pun di Iran memiliki kekebalan dan semua berada dalam target,” ujar Katz sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (18/3/2026).

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah mengizinkan Pasukan Pertahanan Israel untuk menargetkan pejabat senior Iran mana pun yang dapat ditemukan melalui peluang intelijen dan operasional, tanpa perlu persetujuan tambahan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menandai pertama kalinya Israel secara terbuka menyebut militer dapat menargetkan pejabat musuh tanpa persetujuan politik khusus untuk setiap operasi.

Di sisi lain, Israel juga meningkatkan serangan ke Lebanon, dengan menggempur pusat ibu kota Beirut. Serangan udara menghantam distrik Bachoura dan menghancurkan bangunan apartemen, dalam salah satu serangan paling intens di wilayah tersebut selama beberapa dekade.

Seorang warga setempat, Abu Khalil, mengatakan dirinya membantu evakuasi warga setelah peringatan dari Israel. “Ini hanya operasi untuk menyakiti, untuk menakut-nakuti orang, untuk menakut-nakuti anak-anak,” ujarnya seraya menegaskan tidak ada target militer di sekitar lokasi.

Namun, tidak semua serangan didahului peringatan. Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 10 orang tewas akibat serangan di dua distrik pusat lainnya.

Iran Membalas dengan Serangan Rudal

Iran merespons kematian Larijani dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua orang di dekat Tel Aviv.

Teheran menyatakan serangan juga menyasar sejumlah kota di Israel seperti Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba, serta pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Seorang warga Israel, Leah Palteal, menggambarkan situasi saat serangan terjadi. “Ada alarm, kami masuk ke tempat perlindungan, kami mendengar ledakan yang gila,” katanya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa sistem politik negaranya tidak bergantung pada satu individu.

Tak Ada Tanda Gencatan Senjata

Memasuki hampir tiga minggu konflik, tidak terlihat tanda-tanda mereda. Gangguan besar terhadap pasokan energi global turut meningkatkan tekanan politik, termasuk bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Harga diesel di Amerika Serikat bahkan dilaporkan melampaui 5 dolar AS per galon, level tertinggi sejak lonjakan inflasi 2022.

Sementara itu, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menolak berbagai proposal de-eskalasi yang disampaikan melalui negara perantara. Menurut seorang pejabat senior Iran, Khamenei menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel harus terlebih dahulu “dibuat bertekuk lutut”.

Korban Terus Bertambah

Kelompok pemantau HAM Iran berbasis di AS, HRANA, memperkirakan lebih dari 3.000 orang tewas di Iran sejak serangan gabungan AS-Israel dimulai akhir Februari.

Di Lebanon, otoritas setempat mencatat sekitar 900 orang tewas dan 800 ribu lainnya mengungsi. Sementara itu, serangan Iran dilaporkan menewaskan sejumlah orang di Irak dan kawasan Teluk, serta 14 korban jiwa di Israel.

Israel dan Amerika Serikat menyatakan tujuan perang mereka adalah menghentikan kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan di luar negeri serta menghancurkan program nuklir dan rudalnya.

Namun, meski kedua negara juga mendorong masyarakat Iran untuk menggulingkan pemerintah, belum terlihat adanya gerakan oposisi terorganisasi sejak serangan dimulai.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali menyerukan penahanan diri maksimal setelah proyektil dilaporkan jatuh di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, meski tanpa menimbulkan kerusakan.

Konflik juga berdampak pada jalur strategis global. Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, kini sebagian besar tertutup, seiring ancaman Iran terhadap kapal tanker yang terkait dengan AS dan Israel.(*)

Komentar0

Type above and press Enter to search.