Inilah Update dan Rangkuman Perang Iran vs Israel-Amerika Hari ke-21.(dok, FB)
GoSumatera.com - Perang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel memasuki hari ke-21 pada 20 Maret 2026. Israel menggempur ladang gas South Pars dan Iran memperingatkan akan bertindak tanpa “batasan” jika fasilitas energinya kembali diserang.
Teheran melancarkan serangan ke berbagai situs energi di kawasan Teluk, salah satunya Qatar.
Sementara itu, di AS, Presiden Donald Trump menuai kontroversi saat bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Trump menyinggung pengeboman Pearl Harbor pada 1941, menyamakannya dengan "unsur kejutan" dalam serangan terhadap Iran.
Sementara itu, meningkatnya konflik memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, yang mendorong kenaikan harga minyak dan gas, terutama di Inggris dan Eropa.
Update Perang Iran vs Israel-AS Hari ke-21
Berikut ini rangkuman update perang Israel-AS vs Iran yang memasuki hari ke-21 pada 20 Maret 2026, sehari menjelang Idul Fitri di Iran.
1. Iran Membalas Serangan Israel dengan Menargetkan Haifa
Setelah Israel menyerang ladang gas South Pars, Iran membalas dengan menyerang target di Haifa (Israel) dan Ras Laffan (Qatar).
Teheran memperingatkan akan bertindak tanpa batas jika fasilitas energinya kembali diserang, serta menyatakan baru menggunakan “sebagian kecil” kekuatan militernya.
2. Total Korban Tewas Terus Bertambah
Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 18.000 warga sipil terluka dan 204 anak tewas sejak perang dimulai pada 28 Februari. Total korban tewas di Iran telah melampaui 1.400 orang.
3. Iran Serang Fasilitas Gas Qatar
Serangan ke Qatar: Iran menyerang fasilitas LNG utama di Ras Laffan, yang memangkas sekitar 17 persen produksi. Gangguan pasokan diperkirakan berdampak global, termasuk pada kontrak ke Belgia, Italia, Korea Selatan, dan China.
Serangan ke Ras Laffan menyebabkan kerugian sekitar $20 miliar per tahun dan menekan PDB Qatar hingga 9 persen.
Kekhawatiran gangguan pasokan mendorong kenaikan tajam harga minyak dan gas global, termasuk di Inggris dan Eropa. Dampaknya juga dirasakan negara berkembang, seperti Zimbabwe.
Dewan Eropa mendesak penghentian sementara serangan terhadap fasilitas energi dan air.
4. Trump Samakan Serangan ke Iran dengan Pearl Harbor, di Depan PM Jepang
Trump membela keputusan tidak memberi tahu sekutu soal serangan ke Iran demi menjaga unsur kejutan. Ia kemudian menyinggung Jepang dengan menyebut Pearl Harbor, memicu kritik karena dianggap tidak sensitif.
Mengutip Al Jazeera, analis Mireya Solis menyebut pernyataan tersebut sebagai “tidak biasa” dan mengejutkan karena mengangkat kembali sejarah kelam, alih-alih menegaskan hubungan sekutu.
5. Netanyahu Klaim Iran Sedang Dilumpuhkan
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel berada di atas angin dan Iran “sedang dilumpuhkan”.
Netanyahu membantah Israel menyeret AS ke dalam perang dan menegaskan negaranya bertindak independen saat menyerang fasilitas gas Iran.
Israel menegaskan ingin melumpuhkan program nuklir Iran, melemahkan kemampuan rudal balistik, serta mendorong perubahan rezim.(**)
Komentar0