TUCoGUAlTSz7GSroTUrlBSAlGA==

BPIP Gelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila di UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. (dok, RF/gosumatera.com)

BATUSANGKAR, GoSumatera - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. hadir sebagai pembicara pada agenda Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Minggu 21 September 2025.

Acara sosialisasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi BPIP ini mengusung tema “Penanaman Nilai -Nilai Pancasila Dalam Rangka Menumbuhkan Cinta Tanah Air".

Acara ini diikuti oleh 400 undangan. Sementara list undangan untuk civitas akademika UIN sebanyak 156 orang, yang terdiri dari Rektor, Dekan, Dosen, Mahasiswa Pascasarjana, Mahasiswa S1, dan tamu undangan lainnya dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Niniak Mamak, serta Bundo Kanduang.

Acara ini dibuka langsung oleh Yudian Wahyudi di Auditorium kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Yudian mengatakan UIN Mahmud Yunus, Batusangkar yang berada dipusat kebudayaan Minangkabau ini hadir sebagai Perguruan Tinggi yang modern, dan berkearifan lokal siap menjadi perguruan tinggi destinasi kajian Islam regional dan Dunia.

Seiring dengan derasnya kemajuan teknologi informasi saat ini memiliki berbagai potensi salah satunya adalah ancaman kedaulatan Negara seperti potensi lunturnya Ideologi. 

"Hal ini tentu menjadi tantangan kepada pemerintah untuk meningkatkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Dalam paparannya Yudian Wahyudi juga mengajak kepada audiens yang hadir untuk bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah diberikan segala-galanya di muka bumi ini. Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena negara kita Indonesia memiliki banyak potensi luar biasa,” ujarnya

Potensi yang ada, tidak hanya kekayaan alam, namun Indonesia juga memiliki kekayaan bangsa yang majemuk yang berideologi Pancasila. Bahkan, Indonesia memiliki sejarah revolusi terbaik dan terhebat sepanjang sejarah manusia yaitu 59 detik dan tidak berdarah, sambungnya.
Dikatakan juga oleh Yudian, Proklamasi Indonesia adalah momentum paling luar biasa, terbesar sepanjang sejarah umat manusia di muka bumi ini, dirinya menyebut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi saat Perang Dunia II yang melibatkan negara setengah benua dengan teknologi militer canggih,” terangnya.

“Mari kita bandingkan dengan negara besar di muka bumi ini, supaya paham arti dengan Pancasila yang begitu dahsyat,” tegasnya.

Yudi menuturkan sangat menentang oknum atau kelompok orang yang menolak Pancasila sebagai Ideologi negara. Karena jika melihat mayoritas agama di Indonesia adalah Islam. Agama Islam dan Pancasila tidak bertentangan namun memiliki banyak kesamaan, terangnya.

“Relevansi antara Islam dan Pancasila jika ditinjau dari perspektif maqashid syari’ah akan terlihat jelas arahnya. Sebagaimana kita tahu, Pancasila terdiri dari lima dasar yang terdiri dari nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan,” jelasnya.

“Kelima nilai ini jika dipahami betul tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam, justru sebuah keniscayaan bahwa sila-sila Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai Islam," tukasnya.

Disisi lain, Yudi juga mendorong kepada Mahasiswa sebagai masa depan bangsa untuk mengimplementasikan dan mensosialisasikan Pancasila kepada keluarga, tempat kerja, teman dan masyarakat, pungkasnya.(**)







#bpip
#sosialisasipembinaanideologipancasila
#universitasislamnegerimahmudyunusbatusangkar
#uinmy

Komentar0

Type above and press Enter to search.