Padang Panjang, GoSumatera.com – Komisi II DPRD Kota Padang Panjang, yang dipimpin oleh Yandra Yane, SE., didampingi Wakil Kiki Anugerah Dia, SE., Sekretaris Ridwansyah, SE., serta Anggota Herman dan Drs. Aditiawarman, melaksanakan kunjungan lapangan ke Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).
Kunjungan ini bertujuan untuk membahas progres pembangunan Sport Center serta kegiatan olahraga dan kepariwisataan di daerah tersebut, 14 Oktober 2024.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Disporapar, Komisi II mendiskusikan perkembangan terkini mengenai pembangunan Sport Center.
Yandra Yane menjelaskan bahwa lokasi Sport Center sangat strategis dan diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan olahraga, pemuda, dan pariwisata.
Menurutnya, fasilitas yang ada saat ini, termasuk gedung serba guna yang sudah digunakan untuk kegiatan senam, akan semakin melengkapi Sport Center ketika kegiatan-kegiatan baru mulai dilaksanakan.
Selain itu, pihak Disporapar merencanakan pemindahan beberapa kegiatan dari Banchah Laweh ke Sport Center untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang ada.
Komisi II mengemukakan harapan agar penggunaan Sport Center ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke Kota Padang Panjang melalui pengembangan wisata.
Untuk itu, mereka menyarankan agar Disporapar mengadakan event-event menarik yang dapat memicu kedatangan wisatawan, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kegiatan dan Event Potensial
Dalam diskusi, Komisi II menyoroti beberapa kegiatan lainnya yang dapat menarik pengunjung, seperti event pacu kuda. Mereka berpendapat bahwa kegiatan tersebut tidak hanya akan meningkatkan nilai jual bagi pedagang lokal, tetapi juga berpotensi mendatangkan tambahan retribusi bagi PAD.
Sebagai mitra kerja Disporapar, Komisi II menekankan pentingnya komunikasi yang baik dalam penyusunan program kerja dan anggaran untuk tahun 2025. Dalam hal ini, mereka menyatakan komitmen untuk menyalurkan Pokok Pikiran (Pokir) kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja jika diperlukan.
Pengembangan Pariwisata dan Olahraga
Dalam pengembangan sektor pariwisata, Komisi II juga menekankan perlunya pembenahan yang lebih mendalam. Selain pengelolaan Sport Center, mereka berharap pembangunan objek wisata seperti Lubuk Mata Kucing dan Batu Limo dapat dipercepat, serta pemanfaatan objek wisata Kubu Gadang melalui penyelenggaraan event yang rutin. Ini akan menjadi salah satu cara untuk menarik lebih banyak wisatawan dan memperkenalkan potensi daerah kepada publik.
Selanjutnya, Komisi II meminta KONI untuk lebih aktif dalam mengembangkan kegiatan olahraga yang jelas dan terarah, serta memanfaatkan fasilitas yang ada di Sport Center. Saat ini, KONI melaporkan bahwa dari 50 cabang olahraga (cabor) yang ada, sekitar 46 cabor aktif, dengan jumlah atlet yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) meningkat menjadi 11 atlet dari sebelumnya hanya 2 atlet. KONI berharap untuk terus meningkatkan jumlah atlet, meskipun mereka menghadapi kendala dalam ketersediaan anggaran untuk pembinaan cabor.
Menanggapi hal ini, Komisi II meminta agar pengajuan anggaran untuk pembinaan atlet, honor pelatih, dan reward bagi atlet disusun secara jelas dan terperinci. Mereka berkomitmen untuk mendukung pengembangan olahraga yang lebih baik di Kota Padang Panjang.
Di bidang kepemudaan, Komisi II juga mengharapkan agar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bisa melahirkan inovasi baru yang tidak hanya terbatas pada pelatihan, tetapi juga menciptakan program-program kreatif yang dapat memberdayakan pemuda di Kota Padang Panjang.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan pengembangan olahraga dan pariwisata di Kota Padang Panjang dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (P)
Komentar0